Selasa, 21 Februari 2017

teori pemrosesan informasii berbantuan media



TEORI PEMROSESAN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA



Suatu pengetahuan penting bagi guru untuk memahami bagaimana menggunakan teknologi secara efektif untuk mengajarkan materi pelajaran tertentu. Oleh karena itu kegiatan pembelajaran harus kreatif dalam memilih model atau desain pembelajaran . salah satunya yaitu dengan menggunakan pembelajaran berbantuan multimedia  seperti menggunakan power point.
Pengertian pembelajaran multimedia yaitu pembelajaran yang menggunakan berbagai jenis media yang berbeda dalam menyampaikan pesan atau materi pembelajaran agar materi dapat tersampaikan optimal kepada siswa.
Menurut teori pemrosesan informasi, pengetahuan yang diproses dan dimaknai dalam memori kerja disimpan dalam memori jangka panjang dalam 
bentuk skema-skema teratur secara hirarkis. Tahap pemahaman dalam pemrosesan informasi dalam memori kerja berfokus pada bagaimana pengetahuan barudimodifikasi. Pemahaman berkenaan dan dipengaruhi oleh interpretasi terhadap stimulus.
 Faktor stimulus adalah karakteristik dari elemen-elemen desain pesan seperti ukuran, ilustrasi,teks, animasi,narasi,warna, musik, serta video.
Studi tentang bagaimana informasi diidentifikasi, diproses, dimaknai, dan ditransfer dalam dan dari memori kerja untuk disimpan dalam memori jangka panjang mengisyaratkan bahwa pendesainan pesan merupakan salah satu topik utama dalam pendesainan multimedia pembelajaran.
Proses pembelajaran yang efektif terletak pada optimalisasi beban kognitif dalam kapasitas memori kerja siswa yang terbatas.

Pembelajaran yang efektif dapat dicapai yaitu dengan mengelola beban kognitif asing dan meningkatkan beban kognitif berat.
beberapa istilah diantaranya yaitu :

1.     Multimedia ,yaitu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran contoh nya dengan power point
2.     Beban kognitif, yaitu suatu beban mental yang terkait dengan perbedaan tugas yang diminta dengan kemampuan seseorang.
3.     Teori beban kognitif yaitu menjelaskan fenomena yang dihasilkan oleh pembelajaran dengan mempertimbangkan kemampuan dan batasan rancangan kognitif manusia.
4.     Pembelajaran berdasarkan bantuan multimedia,yaitu merupakan pembelajaran yang dapat mengelola beban .

Ada beberapa langkah untuk dapat mencapai bantuan multimedia :

a.     Menginformasikan tujuan pembelajaran melalui power point
b.     Menyampaikan materi dengan power point
c.     Membentuk kelompok yang terdiri dari beberapa siswa
d.     Memberikan tugas
e.     Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok
f.       Membuat rangkuman tentang materi yang telah dipelajari.

12 komentar:

  1. bagaimanakah caranya agar informasi yang tersimpan pada memori jangka panjang mudah untuk dipanggil kembali pada saat dibutuhkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. a) Ingatan Deklaratif dan Ingatan Prosedural
      Dalam upaya memanggil kembali ingatan dari Ingatan jangka panjang dibedakan menjadi dua, yaitu ingatan jangka panjang eksplisit (ingatan deklaratif) dan ingatan jangka panjang implisit (prosedural). Ingatan jangka panjang eksplisit (ingatan deklaratif) adalah ingatan yang kita munculkan kembali ke kesadaran untuk digunakan dengan sengaja, artinya ketika berusaha mengingat sesuatu kita melakukannya dengan sadar. Wilayah dari otak dimana ingatan deklaratif disimpan adalah lobus temporal. Ada dua bentuk dasar ingatan deklaratif: episodik dan semantik. Ingatan Episodic dihubungkan dengan waktu tertentu dan tempat, dan bisa dianggap kenangan pribadi, seperti pengalaman dari peristiwa tertentu. Ingatan Semantic adalah memori yang berkaitan dengan penyimpanan informasi faktual yang tidak terkait dengan pengalaman tertentu.
      Ingatan jangka panjang implisit (ingatan prosedural) adalah kebalikan dari ingatan eksplisit, yaitu ingatan yang memungkinkan kita mengerjakan sesuatu tanpa harus berpikir. Contohnya saat kita berjalan atau berbicara, dalam aktivitas ini kita tidak lagi direpotkan bagaimana kita me-recall ingatan jangka panjang kita tentang kata-kata, cara merangkai kata, arti kata, cara melangkah, dan lain sebagainya, hal ini berjalan secara otomatis tanpa harus menghadirkan kesadaran dari kita.
      Ingatan prosedural tidak mudah untuk dijelaskan. Ingatan prosedural ini tidak hanya dimiliki manusia, melainkan dimiliki oleh semua makhluk yang mempunyai kemampuan belajar, misalnya binatang yang mengingat bagaimana caranya melakukan akrobat di sirkus. Dengan ingatan prosedural tanpa sadar dan berpikir kita bisa melakukan sesuatu. Ingatan prosedural digunakan dalam hal-hal seperti naik sepeda, belajar mengetik, belajar memainkan alat musik atau belajar berenang. Kita dapat mengendarai mobil dari satu tempat ke tempat lain sepanjang hari tanpa menyadari proses mengemudi hampir sepanjang waktu, dan benar-benar aman. Sekali sebuah ingatan. Sekali sebuah ingatan prosedural telah dilatih secara mental atau dipraktekkan secara fisik sampai dengan kuat dalam ingatan jangka panjang, bisa tahan sangat lama. Sebagai contoh, anda masih bisa naik sepeda setelah terakhir kali anda melakukannya bertahun-tahun yang lalu.

      Hapus
  2. apakah bisa informasi yang tersimpan di memori jangka pendek dipindahkan pada memori jangka panjang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada banyak teori yang menyatakan beberapa cara untuk menjadikan memory jangka pendek ini menjadi permanen, namun yang perlu diketahui bahwasanya, memory jenis ini (jangka pendek) hanya akan ditransfer ke dalam memori permanen, ketika terjadi proses REM (rapid eye movement), yang hanya berlangsung ketika anda tidur.

      Penelitian dalam majalah american mind, bahkanmenyebutkan dengan jelas, bahwa para mahasiswa yang melakukan aktivitas tidur, setelah belajar, secara signifikan memiliki ingatan yang lebih baik, dibandingkan dengan mahasiswa yang melakukan aktivitas lainnya, seperti menonton TV atau membaca majalah.

      Namun, jangan lupa bahwa proses yang utama untuk memindahkan memory jangka pendek ini selain REM, adalah proses sebagai berikut:

      1. Pengulangan

      Pengulangan jelas merupakan syarat utama untuk memasukkan jenis memori dan informasi tertentu dalam otak. Bahkan bagi juara mengingat sedunia pun, dia perlu berlatih dan mengulang ulang informasi tentang "bagaimana cara mengingatnya". Dari penelitian dr. ernest ebbinghaust, memori tertentu akan menjadi milik kita selamanya, ketika kita mengulangi informasi tertentu tersebut dalam selang waktu satu jam, satu hari, satu pekan, 2 pekan, satu bulan, dan 6 bulan setelah mendapatkan informasi tersebut.

      2. Penerapan

      Penerapan disini, bermaksud, anda menerapkannya dalam hal hal tertentu. Seperti misalnya anda mendapatkan materi tentang sesuatu hal, kemudian anda menerapkannya dalam bentuk mengajarkannya pada rekan yang lain, maka anda akan lebih mudah mengingat dan memahami hal tersebut. Penerapan juga berarti anda melakukannya (praktek), sehingga informasi yang baru anda dapat langsung menjadi relevan dengan apa yang terjadi, akibatnya anda akan lebih mudah mengingat.

      Untuk teknik mengingat dengan lebih baik, banyak sekali ya, semacam mindmap, renotes, konser aktif, konser pasif, sleep learning, dll

      Hapus
  3. bagaimana kerja sama antar memory jangka panjang dan memori jangka pendek agar dapat bekerja dengan baik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. disini ingatan jangka pendek penyimpanan ingatannya terbatas sedangkaningatan jangka panjang tidak terbatas dalam segala hal ,dimana disini kedua ingatan ini saling melengkapi.

      Hapus
  4. bagaimanakah cara mengelola beban kognitif asing dan meningkatkan beban kognitif berat?

    BalasHapus
  5. assalamualikum, bagus postingannya , saya hanya ingin menambahkan materi blog saudari bahwa sanya Pemrosesan informasi itu sendiri secara sederhana dapat diartikan suatu proses yang terjadi pada peserta didik untuk mengolah informasi, memonitornya, dan menyusun strategi berkenaan dengan informasi tersebut dengan inti pendekatannya lebih kepada proses memori dan cara berpikir. Dalam teori pemrosesan informasi, terdapat beberapa model mengajar yang akan mendorong pengembangan pengetahuan dalam diri siswa dalam hal mengendalikan stimulus yaitu mengumpulkan dan mengorganisasikan data, menyadari dan memecahkan masalah, mengembangkan konsep sehingga mampu menggunakan lambang verbal dan non verbal dalam penyampaiannya. Bahkan orientasi utama pada modelnya mengarah kepada kemampuan siswa dalam mengolah, menguasai informasi sehingga dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan yang akan didapatkannya.
    terima kasih

    BalasHapus
  6. assalamualaikum, saya hanya ingin menambahkan sedikit materi blog anda Komponen pemrosesan dipilih menjadi tiga berdasarkan perbedaan fungsi, kapasitas, bentuk informasi, serta proses terjadinya”lupa”. Ketiga komponen tersebut adalah:
    1. Sensory receptor
    Sensory Receptor (SR) merupakan sel tempat pertama kali informasi diterima dari luar. informasi masuk ke sistem melalui sensory register Di dalam SR informasi ditangkap dalam bentuk aslinya, informasi hanya dapat bertahan dalam waktu yang sangat singkat, dan informasi tadi mudah terganggu dengan kata lain sangat mudah berganti. Agar tetap berada dalam sistem, informasi masuk ke working memory yang digabungkan dengan informasi di long-term memory.
    2. Working memory
    Pengerjaan atau operasi informasi berlangsung di working memory. Disini, berlangsung proses berpikir secara sadar. Working Memory (WM) diasumsikan mampu menangkap informasi yang diberi perhatian (attention) oleh individu. Pemberian perhatian ini dipengaruhi oleh peran persepsi. Karakteristik WM adalah bahwa;
    1) Ia memiliki kapasitas yang terbatas, lebih kurang 7 slots. Informasi di dalamnya hanya mampu bertahan kurang lebih 15 detik apabila tanpa upaya pengulangan atau rehearsal.
    2) Informasi dapat disandi dalam bentuk yang berbeda dari stimulus aslinya.
    3. Long term memory
    Long Term Memory (LTM) diasumsikan; 1) berisi semua pengetahuan yang telah dimiliki oleh individu, 2) mempunyai kapasitas tidak terbatas, dan 3) bahwa sekali informasi disimpan di dalam LTM ia tidak akan pernah terhapus atau hilang.
    Kelemahannya adalah betapa sulit mengakses informasi yang tersimpan di dalamnya. Persoalan “lupa” pada tahapan ini disebabkan oleh kesulitan atau kegagalan memunculkan kembali (retrieval failure) informasi yang diperlukan. Ini berarti, jika informasi ditata dengan baik maka akan memudahkan proses penelusuran dan pemunculan kembali informasi jika diperlukan.

    BalasHapus
  7. Pada teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak. Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera.
    Menurut teori pemrosesan informasi, pengetahuan yang diproses dan dimaknai dalam memori kerja disimpan dalam memori jangka panjang dalam bentuk skema-skema teratur secara hirarkis. Tahap pemahaman dalam pemrosesan informasi dalam memori kerja berfokus pada bagaimana pengetahuan barudimodifikasi. Pemahaman berkenaan dan dipengaruhi oleh interpretasi terhadap stimulus. Faktor stimulus adalah karakteristik dari elemen-elemen desain pesan seperti ukuran, ilustrasi, teks, animasi, narasi, warna, musik, serta video.
    Model belajar pemrosesan informasi ini sering pula disebut model kognitif information processing, karena dalam proses belajar ini tersedia tiga taraf struktural sistem informasi, yaitu:
    1) Sensory atau intake register: informasi masuk ke sistem melalui sensory register, tetapi hanya disimpan untuk periode waktu terbatas. Agar tetap dalam sistem, informasi masuk ke working memory yang digabungkan dengan informasi di long-term memory.
    2) Working memory: pengerjaan atau operasi informasi berlangsung di working memory, dan di sini berlangsung berpikir yang sadar. Kelemahan working memory sangat terbatas kapasitas isinya dan memperhatikan sejumlah kecil informasi secara serempak.
    3) Long-term memory, yang secara potensial tidak terbatas kapasitas isinya sehingga mampu menampung seluruh informasi yang sudah dimiliki peserta didik. Kelemahannya adalah betapa sulit mengakses informasi yang tersimpan di dalamnya.

    BalasHapus