Selasa, 14 Maret 2017

Tugas Terstruktur

Tugas Terstruktur 2 : Membuat Alat peraga

Pada kali ini kami membuat alat peraga untuk materi tingkat SMP
Disini kami mengambil materi mengenai Teori Atom Rutherford.  Untuk lebih jelasnya bisa di buka link di bawah ini :

https://youtu.be/Jii-ORs24-k


PERSENTASI E-LEARNING KIMIA HASIL PENGEMBANGAN

PRESENTASI E_LEARNING KIMIA HASIL PENGEMBANGAN 

Presentasi E-Learning Kimia Hasil Pengembangan
Pada kali ini kami menggunakan situs Edmodo untuk membuat program e-learning pada www.edmodo.com
berikut beberapa gambar screenshoot dari e-learning yang kami buat dimana saya berperan sebagai murid











Senin, 13 Maret 2017

presentasi multimedia pembelajaran kimia hasil pengembangan


Presentasi Multimedia Pembelajaran Kimia Hasil Pengembangan  

Di bawah ini merupakan gambar dari power point yang telah kami presentasikan dari kelompok 1






 










Sabtu, 04 Maret 2017

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN KIMIA HASIL PENGEMBANGAN



REAKSI REDOKS PADA BUAH APEL

kali ini kami akan melakukan percobaan dimana kami telah membuat suatu media pembelajaran untuk murid SMA, materi yang kami angkat disini adalah mengenai Reaksi Redoks.
sedikit membahas

Dalam ilmu pangan gejala itu disebut dengan istilah browning atau pencoklatan, yaitu terbentuknya warna coklat pada bahan pangan secara alami atau karena proses tertentu, dan hal yang perlu diperhatikan adalah perubahan warna coklat ini bukan merupakan akibat dari penambahan zat warna. Pada umumnya proses pencoklatan terbagi menjadi dua macam yaitu pencoklatan enzimatis dan non enzimatis. Reaksi pencoklatan dalam bidang pangan sebagian memang ada yang sengaja dilakukan dan ada pula yang terjadi secara enzimatik sehingga tidak disengaja namun terjadi dengan sendirinya dengan bantuan suatu enzim. Nah, pencoklatan pada buah apel ini tergolong pada pencoklatan enzimatis, hal ini dikarenakan buah apel banyak mengandung substrat senyawa fenolik. Senyawa fenolik akan bertindak sebagai substrat dalam proses pencoklatan enzimatik pada buah apel. Di samping katekin dan turunannya seperti tirosin, asam kafeat, asam klorogenat, serta leukoantosianin dapat menjadi substrat proses pencoklatan (Cheng, 2005).


Kami disini mendemonstrasikan mengenai pembuktian reaksi redoks pada buah apel. Untuk lebih jelasnya dapat membuka link di bawah ini :









https://www.youtube.com/watch?v=Bw_LYCYEELM

Selasa, 28 Februari 2017

Sabtu, 25 Februari 2017

pengembangan E-LEARNING dalam pembelajaran kimia



PENGEMBANGAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA



SISTIM BELAJAR DENGAN E-LEARNING


 Adapun beberapa definisi dari e-learning diantaranya:

1. Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran
2. Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi
3. Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan Sehingga

karakteristik E-learning adalah sebagai berikut :

1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
2. Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan computer anetworking)
3. Menggunkan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
4. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.

Sehingga beberapa manfaat dari learning adalah:

1. Penggunaan E-learning untuk menunjang pelaksanaan proses belajar dapat meningkatkan daya serap mahasiswa atas materi yang diajarkan.
2. Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
3. Meningkatkan kemampuan belajar mandiri mahasiswa.
4. Meningkatkan kualitas materi pendidik dan pelatihan.

PENGERTIAN E-LEARNING

 Beberapa ahli mengemukakan bahwa istilah “e-learning” mengacu pada penggunaan teknologi internet untuk menyajikan sejumlah pilihan solusi yang sangat luas yang mengarahkan pada peningkatan pengetahuan. Sehingga menurut beberapa ahli yaitu Mary Daniels Brown dan Dave Feasey (2001) sebagaimana dikutip oleh Siahaan (2005: 66) mengemukakan bahwa e-learning adalah bentuk kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan, seperti: internet, Local Area Network (LAN), atau Wider Area Network (WAN) sebagai metode penyampaian, interaksi, dan fasilitasi, serta didukung oleh berbagai layanan belajar lainnya Menurut Soekartawi (2007: 27-28) pada dasarnya cara penyampaian dari e-learning, dapat digolongkan menjadi dua, yaitu komunikasi satu arah (One way communication), komunikasi dua arah (Two way communication). Komunikasi antara guru dan siswa sebaiknya dilakukan secara dua arah, karena didalam pembelajaran membutuhkan interaksi yang lebih dekat agar tujuan pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik.

FUNGSI E-LEARNING

Menurut Siahaan (2002) sebagaimana dikutip oleh Ahlis (2007: 21-24) fungsi pembelajaran elektronik terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction) antara lain:

(1) Suplemen (Tambahan)
Dikatakan berfungsi sebagai suplemen (tambahan), apabila siswa mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada
kewajiban/keharusan bagi siswa untuk mengakses materi pembelajaran elektronik. Sekalipun sifatnya opsional, siswa yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan.

(2) Komplemen (Pelengkap)
Dikatakan berfungsi sebagai komplemen (pelengkap) apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima siswa di dalam kelas. Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk menjadi materi pengayaan atau remedial bagi siswa di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional.

(3) Substitusi (Pengganti)
Beberapa sekolah di negara-negara maju memberikan beberapa alternatif
model kegiatan pembelajaran/pembelajaran kepada para siswanya.Tujannya agar para siswa dapat secara fleksibel mengelola kegiatan pembelajarannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari siswa. Ada 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih siswa, yaitu: sepenuhnya secara tatap muka (konvensional), sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, atau bahkan sepenuhnya melalui internet.

MANFAAT  E-LEARNING

 E-learning mempermudah interaksi antara siswa dengan bahan/materi pelajaran. Demikian juga interaksi antara siswa dengan guru maupun antara sesama siswa. Siswa dapat saling berbagi informasi atau pendapat mengenai berbagai hal yang menyangkut pelajaran ataupun kebutuhan pengembangan diri siswa. Guru dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan tugas-tugas yang harus
dikerjakan oleh siswa di tempat tertentu di dalam web untuk diakses oleh para siswa.

Selasa, 21 Februari 2017

tugas terstruktur 1



TUGAS TERSTRUKTUR

Soal

1.     Menurut cognitive theory of multimedia learning bahwa ada tiga asumsi utama yang dijadikan acuan dalam merancang suatu multimedia pembelajaran .jelaskan ketiga asumsi tersebut dengan memberikan contoh masing-masing media yang relevan untuk pembelajaran kimia ?
2.     Jelaskan bagaimana teori  dual ciding dapat di adaptasikan dalam menyiapkan suatu multimedia pembelajaran kimia ?

Jawaban :

1.     Ada tiga asumsi yaitu :
a.     asumsi yang pertama adalah manusia memiliki dua cara dalam memproses informasi apasaja yang mereka dapat melalui dua jalur yaitu visual dan audio . contohnya radio.
b.     Asumsi yang kedua yaitu manusia memiliki daya tamping yang terbatas terhadap informasi yang masuk pada setiap jalur yang diterima pada waktu yang sama. Contohnya seperti mengingat dan memahami.
c.     Asumsi yang katiga yaitu manusia menggabungkan berbagai macam informasi yang mereka terima baik secara visual maupun secara audio yang kemudian dapat digabungkan menjadi satu dan menginregasikan dengan pengtahuan lainnya yang mereka ketahui. Contohnya yaitu suara kata-kata dan gambar.

2.     Teori dua coding yaitu dimana dia menyatakan bahwa informasi yang diterima seseorang dapat diproses melalui salah satu dua chanel yaitu chanel verbal dan suara seperti diagram gambar.
Aktivitas dimulai ketika sensori memori menerima rangsangan dari lingkungan baik berupa rangsangan verbal maupun rangsangan nonverbal.