PENGEMBANGAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA
SISTIM BELAJAR
DENGAN E-LEARNING
Adapun beberapa definisi dari e-learning
diantaranya:
1. Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau
komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran
2. Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam
proses pembelajaran dengan teknologi
3. Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar
mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara
guru dengan Sehingga
karakteristik E-learning adalah sebagai berikut :
1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
2. Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan computer anetworking)
3. Menggunkan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials)
kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa
kapan saja dan dimana saja.
4. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan
hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat
di komputer.
Sehingga
beberapa manfaat dari learning adalah:
1. Penggunaan E-learning untuk menunjang pelaksanaan proses belajar dapat
meningkatkan daya serap mahasiswa atas materi yang diajarkan.
2. Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
3. Meningkatkan kemampuan belajar mandiri mahasiswa.
4. Meningkatkan kualitas materi pendidik dan pelatihan.
PENGERTIAN E-LEARNING
Beberapa ahli mengemukakan bahwa istilah
“e-learning” mengacu pada penggunaan teknologi internet untuk menyajikan
sejumlah pilihan solusi yang sangat luas yang mengarahkan pada peningkatan
pengetahuan. Sehingga menurut beberapa ahli yaitu Mary Daniels Brown dan Dave
Feasey (2001) sebagaimana dikutip oleh Siahaan (2005: 66) mengemukakan bahwa
e-learning adalah bentuk kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan,
seperti: internet, Local Area Network (LAN), atau Wider Area Network (WAN)
sebagai metode penyampaian, interaksi, dan fasilitasi, serta didukung oleh
berbagai layanan belajar lainnya Menurut Soekartawi (2007: 27-28) pada dasarnya
cara penyampaian dari e-learning, dapat digolongkan menjadi dua, yaitu komunikasi
satu arah (One way communication), komunikasi dua arah (Two way communication).
Komunikasi antara guru dan siswa sebaiknya dilakukan secara dua arah, karena
didalam pembelajaran membutuhkan interaksi yang lebih dekat agar tujuan
pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik.
FUNGSI E-LEARNING
Menurut
Siahaan (2002) sebagaimana dikutip oleh Ahlis (2007: 21-24) fungsi pembelajaran
elektronik terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom
instruction) antara lain:
(1) Suplemen (Tambahan)
Dikatakan
berfungsi sebagai suplemen (tambahan), apabila siswa mempunyai kebebasan
memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak.
Dalam hal ini, tidak ada
kewajiban/keharusan bagi siswa untuk mengakses materi pembelajaran elektronik.
Sekalipun sifatnya opsional, siswa yang memanfaatkannya tentu akan memiliki
tambahan pengetahuan atau wawasan.
(2) Komplemen (Pelengkap)
Dikatakan berfungsi sebagai komplemen (pelengkap) apabila materi pembelajaran
elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima
siswa di dalam kelas. Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik
diprogramkan untuk menjadi materi pengayaan atau remedial bagi siswa di dalam
mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional.
(3) Substitusi (Pengganti)
Beberapa sekolah di negara-negara maju memberikan beberapa alternatif
model kegiatan pembelajaran/pembelajaran kepada para siswanya.Tujannya agar
para siswa dapat secara fleksibel mengelola kegiatan pembelajarannya sesuai
dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari siswa. Ada 3 alternatif model
kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih siswa, yaitu: sepenuhnya secara tatap
muka (konvensional), sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui
internet, atau bahkan sepenuhnya melalui internet.
MANFAAT E-LEARNING
E-learning mempermudah interaksi antara siswa
dengan bahan/materi pelajaran. Demikian juga interaksi antara siswa dengan guru
maupun antara sesama siswa. Siswa dapat saling berbagi informasi atau pendapat
mengenai berbagai hal yang menyangkut pelajaran ataupun kebutuhan pengembangan
diri siswa. Guru dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan tugas-tugas yang
harus
dikerjakan oleh siswa di tempat tertentu di dalam web untuk diakses oleh para
siswa.